Iklan Kiri
Iklan Kanan
Kabar Riau & Bengkalis

Kasus Kekerasan Anak di Pekanbaru Capai 98 Kasus, Wawako Minta Korban Berani Melapor

7
×

Kasus Kekerasan Anak di Pekanbaru Capai 98 Kasus, Wawako Minta Korban Berani Melapor

Sebarkan artikel ini

PEKANBARU – Kasus kekerasan terhadap anak di Kota Pekanbaru menunjukkan kecenderungan meningkat sepanjang 2026. Hingga enam bulan pertama tahun ini, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Pekanbaru mencatat sebanyak 98 kasus kekerasan terhadap anak.

Jumlah tersebut menjadi perhatian karena pada sepanjang 2025 tercatat sebanyak 154 kasus kekerasan terhadap anak. Jika melihat tren laporan hingga pertengahan 2026, kasus kekerasan terhadap anak masih menjadi persoalan serius yang membutuhkan perhatian bersama.

Mayoritas kasus yang ditangani berkaitan dengan anak yang berhadapan dengan hukum. Seluruh kasus yang tercatat merupakan laporan yang masuk ke UPT PPA Kota Pekanbaru dan telah mendapatkan penanganan dari tim terkait.

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengingatkan anak-anak yang menjadi korban kekerasan agar tidak takut untuk melaporkan kejadian yang mereka alami.
“Apabila ada yang melakukan kekerasan atau pelecehan, segera laporkan ke orangtua,” tegas Markarius, Rabu (19/8/2026).

Menurutnya, anak yang mengalami kekerasan di lingkungan sekolah juga dapat menyampaikan kejadian tersebut kepada guru. Laporan tersebut penting agar pihak sekolah dapat segera mengambil tindakan dan memberikan perlindungan kepada korban.

“Kalau di rumah laporkan ke orangtua, kalau di sekolah laporkan ke guru, supaya bisa diambil tindakan,” ujarnya.
Markarius juga mengingatkan masyarakat agar tidak tinggal diam ketika mengetahui adanya tindakan kekerasan terhadap anak. Guru maupun pihak sekolah diminta menindaklanjuti setiap laporan yang berkaitan dengan kekerasan terhadap peserta didik.

Ia turut mengajak para orangtua meningkatkan pengawasan dan perhatian terhadap anak-anak agar terhindar dari berbagai bentuk kekerasan. “Segera tangani, jangan didiamkan. Jaga anak-anak kita dari ancaman kekerasan,” pungkasnya.

#Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *