Iklan Kiri
Iklan Kanan
Kabar Riau & Bengkalis

GMI Apresiasi Pendekatan Humanis Kapolda Riau dalam Pengamanan Aksi Demonstrasi

8
×

GMI Apresiasi Pendekatan Humanis Kapolda Riau dalam Pengamanan Aksi Demonstrasi

Sebarkan artikel ini

Pekanbaru, 22 Juni 2026 – Gerakan Mahasiswa Islam (GMI) memberikan apresiasi terhadap pola pengamanan aksi penyampaian pendapat yang diterapkan Kapolda Riau Irjen Pol. Dr. Herry Heryawan beserta jajaran. Pendekatan yang mengedepankan komunikasi, dialog, dan langkah persuasif dinilai mampu menciptakan suasana yang aman, tertib, dan kondusif tanpa mengurangi hak konstitusional masyarakat dalam menyampaikan aspirasi.

Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Islam (GMI), Taufik Hidayat, menilai bahwa pola pengamanan yang diterapkan Polda Riau dalam berbagai aksi demonstrasi belakangan ini menunjukkan komitmen aparat dalam menjaga ruang demokrasi yang sehat dan berkeadaban.

“Kami mengapresiasi Kapolda Riau beserta jajaran yang terus mengedepankan pendekatan humanis dalam pengamanan aksi penyampaian pendapat. Hal ini menunjukkan bahwa keamanan dan penghormatan terhadap hak konstitusional masyarakat dapat berjalan secara beriringan,” ujar Taufik Hidayat.

Menurutnya, berbagai langkah yang dilakukan jajaran Polda Riau di lapangan, mulai dari penyambutan kepada peserta aksi dengan ucapan “Selamat Datang Pejuang Aspirasi”, penyampaian imbauan secara persuasif, hingga pemberian air minum dan bunga mawar kepada massa aksi, mencerminkan hadirnya pendekatan yang lebih mengedepankan sisi kemanusiaan dan komunikasi yang baik antara aparat dengan masyarakat.

Ia juga menilai bahwa selama kepemimpinan Kapolda Riau Irjen Pol. Dr. Herry Heryawan, pengamanan aksi demonstrasi dilakukan secara profesional, proporsional, dan mengedepankan langkah-langkah de-eskalasi sehingga berbagai kegiatan penyampaian aspirasi dapat berlangsung secara aman dan tertib.

“Pendekatan dialogis dan komunikasi yang baik menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas keamanan serta meminimalisasi potensi terjadinya gesekan di lapangan. Ini merupakan langkah positif yang patut dipertahankan,” katanya.

Taufik Hidayat menegaskan bahwa kebebasan berpendapat merupakan hak yang dijamin oleh konstitusi, namun pelaksanaannya harus tetap memperhatikan ketertiban umum serta keselamatan seluruh pihak.

“Kami mengimbau seluruh peserta aksi untuk menjaga situasi tetap kondusif, menghindari tindakan provokatif, serta tidak melakukan pembakaran ban maupun benda lainnya yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat maupun peserta aksi itu sendiri,” tegasnya.

Lebih lanjut, GMI berharap pola pengamanan berbasis humanis dan Presisi yang diterapkan Polda Riau dapat terus dipertahankan sebagai bagian dari upaya membangun hubungan yang harmonis antara aparat keamanan, mahasiswa, dan masyarakat.

“Demokrasi yang sehat membutuhkan ruang dialog yang terbuka dan sikap saling menghormati. Kami berharap pendekatan yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dan profesionalitas dapat terus menjadi bagian dari budaya pengamanan aksi penyampaian pendapat di Provinsi Riau,” tutup Taufik Hidayat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *