Iklan Kiri
Iklan Kanan
Bumi Lancang Kuning (Riau):

DARI UCAPAN “SELAMAT DATANG PEJUANG ASPIRASI” HINGGA PEMBERIAN BUNGA MAWAR, KORPUS BEM SE-RIAU APRESIASI PENGAMANAN DEMO HUMANIS KAPOLDA RIAU

9
×

DARI UCAPAN “SELAMAT DATANG PEJUANG ASPIRASI” HINGGA PEMBERIAN BUNGA MAWAR, KORPUS BEM SE-RIAU APRESIASI PENGAMANAN DEMO HUMANIS KAPOLDA RIAU

Sebarkan artikel ini

Mediaanugrahhukum.com Pekanbaru (22/6/2026) – Korpus BEM Se-Riau memberikan apresiasi kepada Kapolda Riau Irjen Pol. Dr. Herry Heryawan beserta jajaran atas pola pengamanan aksi demonstrasi yang dinilai semakin humanis, persuasif, dan mengedepankan pendekatan dialogis.

Koordinator Pusat Korpus BEM Se-Riau, Ahmad Deni, menilai pengamanan aksi penyampaian pendapat di muka umum di Provinsi Riau dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan pendekatan yang lebih terbuka dan kondusif. Menurutnya, aparat kepolisian tidak lagi ditempatkan sebagai pihak yang berhadap-hadapan dengan massa aksi, melainkan sebagai pengayom yang memastikan kegiatan berlangsung aman, tertib, dan menghormati hak konstitusional masyarakat.

Ia menyoroti sejumlah pendekatan humanis yang dilakukan di lapangan, mulai dari ucapan penyambutan kepada massa aksi dengan kalimat “Selamat Datang Pejuang Aspirasi”, imbauan secara persuasif, pengawalan yang tertib, hingga pemberian air minum dan bunga mawar kepada peserta aksi. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan adanya komunikasi yang lebih dekat antara aparat kepolisian dengan masyarakat.

“Saya mengapresiasi Kapolda Riau dan jajaran yang telah menghadirkan pendekatan humanis dalam pengamanan aksi demonstrasi. Ini menunjukkan adanya penghormatan terhadap hak konstitusional masyarakat dalam menyampaikan pendapat,” ujar Ahmad Deni.

Menurutnya, pendekatan tersebut turut menciptakan suasana aksi yang lebih sejuk serta mengurangi potensi gesekan di lapangan. Ia juga menilai penggunaan pendekatan dialog dan pengendalian massa secara terukur menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas selama aksi berlangsung.

Ahmad Deni juga menyoroti bahwa selama kepemimpinan Kapolda Riau Irjen Pol. Dr. Herry Heryawan, pola pengamanan aksi demonstrasi di Provinsi Riau lebih mengedepankan komunikasi dan langkah-langkah persuasif. Dalam berbagai aksi yang berlangsung, tidak pernah terjadi penggunaan gas air mata maupun kendaraan water cannon untuk membubarkan massa aksi.

“Selama kepemimpinan Bapak Kapolda Riau, kami melihat pendekatan yang digunakan lebih mengutamakan dialog dan komunikasi. Berbagai aksi demonstrasi dapat berlangsung dengan aman dan tertib tanpa adanya penggunaan gas air mata maupun water cannon. Ini menunjukkan bahwa pengamanan yang humanis dapat berjalan beriringan dengan terjaganya keamanan dan ketertiban,” tambah Ahmad Deni.

Ia juga menilai bahwa langkah-langkah de-eskalasi yang dilakukan jajaran Polda Riau menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan bersama, sekaligus menciptakan hubungan yang lebih baik antara aparat keamanan dengan mahasiswa maupun masyarakat.

“Dalam berbagai momentum aksi, kami melihat pendekatan yang digunakan tetap mengutamakan komunikasi dan dialog sehingga situasi tetap terkendali dan tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat luas. Pendekatan yang humanis seperti ini patut dipertahankan sebagai bagian dari penguatan demokrasi yang sehat,” lanjutnya.

Selain memberikan apresiasi terhadap pola pengamanan yang humanis, Korpus BEM Se-Riau juga mengimbau seluruh elemen mahasiswa dan peserta aksi agar tetap mengedepankan penyampaian aspirasi secara damai dan bertanggung jawab.

Ahmad Deni menegaskan bahwa kebebasan berpendapat merupakan hak konstitusional yang harus dihormati, namun pelaksanaannya juga harus diiringi dengan tanggung jawab untuk menjaga ketertiban umum dan keselamatan publik.

Korpus BEM Se-Riau secara khusus mengimbau agar dalam setiap aksi demonstrasi tidak dilakukan tindakan pembakaran ban maupun benda lainnya yang dapat membahayakan peserta aksi, aparat keamanan, masyarakat sekitar, maupun pengguna jalan.

“Demonstrasi adalah hak yang dijamin oleh konstitusi, tetapi keselamatan seluruh pihak harus menjadi prioritas bersama. Kami mengajak seluruh peserta aksi untuk tetap menjaga ketertiban, menghindari tindakan provokatif, dan tidak melakukan aksi bakar-bakar yang berpotensi menimbulkan bahaya maupun mengganggu kepentingan masyarakat luas,” tegas Ahmad Deni.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh pihak untuk melihat secara objektif berbagai upaya pengamanan yang telah dilakukan aparat di lapangan. Menurutnya, demokrasi yang matang hanya dapat terwujud melalui ruang dialog yang terbuka dan sikap saling menghormati antara masyarakat dan aparat.

“Kami berharap pendekatan humanis yang diterapkan Kapolda Riau beserta jajaran dapat terus dipertahankan dan menjadi contoh baik dalam menjaga hubungan antara aparat keamanan, mahasiswa, dan masyarakat. Pengamanan yang mengedepankan prinsip Presisi dan pendekatan kemanusiaan merupakan modal penting dalam mewujudkan demokrasi yang sehat, damai, dan berkeadaban di Provinsi Riau,” tutupnya.

Korpus BEM Se-Riau berharap pola pengamanan berbasis humanis dan Presisi yang diterapkan Polda Riau dapat terus dikembangkan dalam setiap pelaksanaan aksi penyampaian pendapat di masa mendatang demi terciptanya situasi yang aman, tertib, dan kondusif di Provinsi Riau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *