Pekanbaru, 31 Mei 2026 – Di tengah meningkatnya ancaman krisis lingkungan yang menjadi perhatian dunia, BEM Kristiani Provinsi Riau mengambil langkah nyata dengan menggelar Seminar Nasional Ekoteologi bertajuk “Iman dan Lingkungan: Peran Generasi Muda Kristen dalam Menjawab Krisis Ekologi.” Kegiatan ini menjadi seminar ekoteologi pertama yang diprakarsai organisasi kemahasiswaan Kristen di Provinsi Riau.
Seminar yang berlangsung di Pekanbaru tersebut merupakan hasil kolaborasi antara BEM Kristiani Provinsi Riau dan Sekolah Tinggi Teologi Soteria Riau (STT STAR). Kegiatan ini turut menghadirkan Direktur Pembinaan Masyarakat (Dir Binmas) Polda Riau, Kombes Pol Eko Budhi Purwono, sebagai narasumber utama yang membahas pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menjaga lingkungan melalui pendekatan edukatif dan kolaboratif.
Ketua BEM Kristiani Provinsi Riau, Gabriel Marchelino, mengatakan bahwa isu lingkungan tidak lagi dapat dipandang sebagai persoalan yang berdiri sendiri. Menurutnya, kerusakan alam yang terjadi saat ini menuntut adanya kesadaran bersama dari berbagai elemen masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa dan komunitas keagamaan.
“Generasi muda Kristen harus hadir sebagai bagian dari solusi. Menjaga lingkungan bukan hanya kewajiban sosial, tetapi juga bentuk tanggung jawab iman dalam merawat ciptaan Tuhan. Melalui seminar ini, kami ingin membangun kesadaran bahwa nilai-nilai keagamaan memiliki peran penting dalam menjawab persoalan ekologis yang semakin kompleks,” ujar Gabriel.
Dalam paparannya, Kombes Pol Eko Budhi Purwono menekankan bahwa pelestarian lingkungan membutuhkan sinergi lintas sektor. Ia menjelaskan berbagai langkah yang telah dilakukan Polda Riau melalui program Green Policing, sebuah pendekatan yang mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus membangun budaya peduli alam secara berkelanjutan.
Menurut Eko, keberhasilan menjaga lingkungan tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah atau penegakan hukum, tetapi juga pada kesadaran masyarakat yang tumbuh dari pendidikan, nilai-nilai moral, dan partisipasi aktif seluruh elemen bangsa.
Kehadiran Polda Riau dalam forum akademik dan keagamaan tersebut menjadi bukti bahwa isu lingkungan telah menjadi agenda bersama yang membutuhkan kolaborasi antara institusi negara, dunia pendidikan, organisasi mahasiswa, dan komunitas keagamaan.
Sementara itu, pihak STT STAR menyampaikan apresiasi atas inisiatif yang dilakukan BEM Kristiani Provinsi Riau. Perguruan tinggi teologi tersebut menilai pendekatan ekoteologi menjadi sangat relevan dalam menjawab tantangan zaman karena mampu menghubungkan pemahaman iman dengan tanggung jawab sosial dan ekologis.
Sebagai penggagas seminar ekoteologi pertama di Riau, BEM Kristiani Provinsi Riau berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai forum akademik semata, tetapi berkembang menjadi gerakan kolektif yang mampu melahirkan berbagai aksi nyata pelestarian lingkungan di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan ini, BEM Kristiani Provinsi Riau ingin menegaskan bahwa peran mahasiswa tidak hanya berada di ruang-ruang diskusi, tetapi juga hadir sebagai agen perubahan yang mampu menggerakkan kesadaran publik. Seminar ini diharapkan menjadi awal lahirnya kolaborasi yang lebih luas antara generasi muda, lembaga pendidikan, pemerintah, dan komunitas keagamaan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup di Bumi Lancang Kuning.
“Iman harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Ketika kita berbicara tentang menjaga ciptaan Tuhan, maka menjaga lingkungan adalah salah satu bentuk pengabdian yang harus dilakukan bersama. Dari seminar ini, kami berharap lahir gerakan yang terus bertumbuh dan memberi dampak bagi masa depan lingkungan di Riau,” tutup Gabriel Marchelino. (Red)











