Iklan Kiri
Iklan Kanan
Nasional

Strategi ‘Sepenggal Presisi’ Jadi Kunci Korlantas Taklukkan Puncak Arus Balik Nasional

0
×

Strategi ‘Sepenggal Presisi’ Jadi Kunci Korlantas Taklukkan Puncak Arus Balik Nasional

Sebarkan artikel ini

Anugrahhukum.com – Jakarta, Gelombang arus balik Lebaran mencapai puncaknya pada hari ini, Selasa (24/3), saat ribuan kendaraan dari arah timur Pulau Jawa mulai memadati urat nadi transportasi menuju Jakarta. Menghadapi tantangan besar ini, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mengambil langkah taktis dengan memberlakukan rekayasa lalu lintas one way nasional secara masif. Kebijakan searah ini terbentang mulai dari KM 414 Gerbang Tol Kalikangkung hingga KM 70 Gerbang Tol Cikampek Utama (Cikatama), menciptakan jalur bebas hambatan bagi pemudik yang ingin kembali ke ibu kota.

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Agus Suryonugroho, yang turun langsung memantau pergerakan di lapangan, menegaskan bahwa meski volume kendaraan meningkat drastis, situasi tetap berada dalam kondisi yang terukur dan terkendali. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun ini Polri mengedepankan pendekatan berbasis data melalui teknologi traffic counting yang dipantau secara real-time. Dengan data ini, setiap keputusan rekayasa lalu lintas diambil berdasarkan angka pasti jumlah kendaraan di lapangan, bukan sekadar perkiraan semata.

Di tengah kepadatan yang terjadi, sebuah terobosan baru bernama “One Way Sepenggal Presisi” menjadi sorotan utama dalam manajemen lalu lintas tahun ini. Skema ini dijalankan secara bertahap dan dinamis, dimulai dari KM 263 Tol Pejagan hingga KM 70 Cikampek. Tidak hanya itu, sebagai langkah lanjutan untuk mencairkan kepadatan saat mendekati area Jabodetabek, Polri menyiapkan contraflow sebanyak dua lajur dari KM 70 hingga KM 36. Bahkan, berdasarkan evaluasi di lapangan, jangkauan one way sempat diperpanjang hingga KM 459 untuk memastikan aliran kendaraan dari wilayah Jawa Tengah bagian selatan tetap mengalir lancar menuju Kalikangkung.

Namun, perhatian Polri tidak hanya terpaku pada jalur bebas hambatan. Irjen Agus menyadari sepenuhnya bahwa penutupan jalur tol untuk satu arah berpotensi memberikan beban tambahan pada jalur-jalur arteri di sekitarnya. Oleh karena itu, pengamanan di jalan nasional tetap diperketat dengan menyiagakan personel selama 24 jam penuh di wilayah-wilayah krusial seperti Banyumas, Brebes, hingga sepanjang jalur Pantura. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi pergerakan warga lokal atau aglomerasi serta keramaian masyarakat yang masih memadati berbagai destinasi wisata di tengah suasana arus balik.

Demi menjaga kenyamanan bersama, pemerintah juga menitipkan pesan penting bagi masyarakat dan pelaku industri. Masyarakat yang memiliki fleksibilitas kerja sangat didorong untuk memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) guna mendistribusikan beban jalan agar tidak menumpuk di satu waktu. Di sisi lain, ketegasan juga ditunjukkan terhadap sektor logistik dengan tetap memberlakukan larangan operasional bagi kendaraan sumbu tiga. Irjen Agus menegaskan bahwa pihaknya tidak segan-segan melakukan penindakan langsung di lapangan terhadap pengusaha yang membandel, demi memastikan keselamatan dan kelancaran jutaan pemudik yang tengah berjuang kembali ke rumah masing-masing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *