
Jakarta — BEM Kristiani Seluruh Indonesia menyampaikan keprihatinan dan penyesalan yang mendalam atas peristiwa penyiraman air keras yang menimpa Andrie Yunus, Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS). Insiden tersebut dilaporkan terjadi pada Kamis malam, 12 Maret 2026 sekitar pukul 21.00 WIB di wilayah Jakarta Pusat, ketika Andrie Yunus sedang dalam perjalanan pulang dari kegiatan.
Koordinator Pusat BEM Kristiani Seluruh Indonesia, Charles, menegaskan bahwa tindakan kekerasan terhadap siapa pun, terlebih terhadap aktivis masyarakat sipil, merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan dalam kehidupan demokrasi.
“Kami sangat menyesalkan kejadian penyiraman air keras yang menimpa Saudara Andrie Yunus. Kekerasan bukanlah cara yang dapat dibenarkan dalam menyikapi perbedaan pandangan di negara demokrasi,” ujar Charles dalam keterangannya.
BEM Kristiani Seluruh Indonesia juga meminta kepada Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk bekerja secara profesional, transparan, dan tuntas dalam mengungkap pelaku serta motif di balik peristiwa ini. Penegakan hukum yang jelas dan terbuka sangat penting agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
Selain itu, BEM Kristiani Seluruh Indonesia menekankan pentingnya menjaga persatuan bangsa dan mengingatkan agar peristiwa ini tidak dipolitisasi atau dimanfaatkan oleh kelompok tertentu sebelum fakta sebenarnya terungkap.
“Kami menghimbau kepada semua pihak agar tidak terburu-buru menarik kesimpulan ataupun mempolitisasi kejadian ini sebelum fakta dan hasil penyelidikan resmi disampaikan oleh aparat penegak hukum. Jangan sampai tragedi kemanusiaan seperti ini dimanfaatkan untuk memperkeruh suasana atau memecah belah persatuan bangsa,” tegas Charles.
BEM Kristiani Seluruh Indonesia juga mengajak seluruh mahasiswa dan masyarakat luas untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, serta memberikan ruang kepada aparat penegak hukum untuk menyelesaikan penyelidikan secara objektif.
“Kami mengajak seluruh mahasiswa dan masyarakat Indonesia untuk tetap menjaga ketenangan, tidak terprovokasi oleh narasi yang belum tentu benar, serta bersama-sama menjaga persatuan dan keutuhan bangsa,” tambahnya.
BEM Kristiani Seluruh Indonesia berharap korban dapat segera pulih dan proses hukum terhadap pelaku dapat berjalan dengan adil dan transparan demi menjaga rasa keadilan di tengah masyarakat.











