Iklan Kiri
Iklan Kanan
Home

PBRI Aksi di Kantor Tempo Desak Membawa Berita Harus PAKAI DATA, BUKAN TEBAK-TEBAKAN! HENTIKAN DISINFORMASI DAN KEMBALIKAN KEDAULATAN INFORMASI

17
×

PBRI Aksi di Kantor Tempo Desak Membawa Berita Harus PAKAI DATA, BUKAN TEBAK-TEBAKAN! HENTIKAN DISINFORMASI DAN KEMBALIKAN KEDAULATAN INFORMASI

Sebarkan artikel ini

Mediaanugrahhukum.com//JAKARTA – Suara kekecewaan publik terhadap kualitas produk jurnalistik yang kian mengarah pada pembentukan opini tanpa verifikasi kembali disuarakan dengan tegas. Persatuan Barisan Rakyat Indonesia (PBRI) secara resmi melayangkan kecaman terbuka tertuju kepada dapur redaksi Tempo, khususnya atas substansi muatan yang disajikan dalam program siniar (podcast) “Bocor Alus” yang dinilai jauh dari koridor objektivitas jurnalistik.

Konstitusi negara kita menempatkan kebebasan pers sebagai pilar penting pengawasan sosial dan demokrasi. Namun, kebebasan tersebut belakangan ini dinilai telah mengalami pergeseran makna akibat menjamurnya praktik pemberitaan instan. Alih-alih menghadirkan fakta yang teruji, berbagai sajian informasi kerap kali bersandar pada asumsi sepihak, desas-desus, serta pengutipan narasumber anonim yang lepas dari akuntabilitas hukum.

Bagi PBRI, pola kerja media yang mengandalkan sensasi ketimbang validitas data otentik berisiko besar melahirkan pembodohan struktural dan perpecahan sosial di tengah masyarakat. Informasi yang tidak akurat jika terus dibiarkan beredar luas akan bermetamorfosis menjadi racun disinformasi yang merusak tatanan kepercayaan publik terhadap institusi pers itu sendiri.

Berangkat dari keresahan mendalam atas ancaman krisis informasi tersebut, jajaran pengurus pusat PBRI menyatakan sikap tegas dengan mengeluarkan ultimatum berupa empat tuntutan mutlak yang wajib segera ditanggapi secara terbuka oleh pihak manajemen Tempo.

Adapun rumusan empat tuntutan utama tersebut adalah: (1) Menuntut penghentian total siaran dan konten “Bocor Alus” Tempo yang terbukti memuat narasi keliru dan menyesatkan publik; (2) Mendesak seluruh jurnalis dan editor Tempo agar kembali pada kaidah peliputan berbasis bukti fakta otentik, bukan tebak-tebakan politik.

Poin tuntutan berikutnya menegaskan: (3) Menuntut pihak Tempo untuk menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh rakyat Indonesia atas kekacauan informasi yang ditimbulkan; serta (4) Memberikan batas waktu atau ultimatum aksi pendudukan kantor redaksi dalam tempo 3×24 jam apabila tuntutan ini diabaikan.

Sebagai wujud konkrit perlawanan terhadap praktik media yang abai pada etika, PBRI memastikan akan menggerakkan ribuan massa untuk turun ke jalan menggelar Aksi Unjuk Rasa Damai. Aksi akbar tersebut dipusatkan di depan Kantor Tempo, Jakarta, pada hari Rabu, 23 September 2026, pukul 10.00 WIB di bawah komando langsung koordinator aksi, Eremi Sianturi.

Melalui rilis berita ini, PBRI mengajak seluruh komponen bangsa dan insan pers yang berintegritas untuk bersama-sama menjaga marwah dunia jurnalistik. Pers harus menjadi obor penerang pencerdasan kehidupan bangsa, bukan sekadar alat propaganda golongan yang gemar menebar intrik dan fitnah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *