Iklan Kiri
Iklan Kanan
Nasional

DI BALIK SERAGAM LORENG WAJAH BARU PERTAHANAN DI BUMI MAHARAJA SAKTI

23
×

DI BALIK SERAGAM LORENG WAJAH BARU PERTAHANAN DI BUMI MAHARAJA SAKTI

Sebarkan artikel ini

SELUMA, BENGKULU – Ada pemandangan berbeda di Kabupaten Seluma pada Rabu (1/4). Di bawah langit Bengkulu, Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin melangkah masuk ke Markas Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 891/Maharaja Sakti, bukan sekadar untuk melakukan inspeksi rutin, melainkan untuk menyaksikan lahirnya prototipe prajurit masa depan Indonesia. Kunjungan ini menjadi potret nyata bagaimana kekuatan militer kini bertransformasi menjadi katalisator kesejahteraan rakyat.

Yonif TP 891/MS muncul sebagai fenomena baru dalam struktur pertahanan kita. Di sini, Sjafrie Sjamsoeddin melihat langsung bagaimana para prajurit melatih ketangkasan tempur mereka dengan intensitas tinggi, namun di saat yang sama tetap mampu merangkul warga dalam program-program pembangunan daerah. Inilah unit yang tidak hanya memegang senjata untuk menjaga kedaulatan, tetapi juga memegang tangan masyarakat untuk membangun desa.

Dalam orasinya di hadapan para prajurit, Menhan menegaskan bahwa esensi dari Yonif Teritorial Pembangunan adalah kemampuan ganda yang jarang dimiliki satuan lain. Mereka adalah petarung yang andal di medan laga, sekaligus penggerak sosial yang cakap di tengah pemukiman. Sjafrie menekankan bahwa keunggulan ini adalah kunci dari doktrin kemanunggalan TNI dan rakyat, di mana kekuatan sebuah negara tidak hanya diukur dari alutsista, melainkan dari seberapa erat militer menyatu dengan denyut nadi kehidupan warga setempat.

Kehadiran Menhan di Seluma ini mengirimkan pesan kuat kepada publik bahwa negara tidak pernah absen di daerah. Melalui sinergi antara kesiapan tempur dan aksi teritorial, Kementerian Pertahanan sedang membangun benteng nasional yang tidak terlihat namun tak tertembus, yaitu rasa aman yang dibarengi dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat di pelosok provinsi. Kunjungan ini menandai babak baru di mana pertahanan dan pembangunan bukan lagi dua jalur yang berbeda, melainkan satu nafas demi keutuhan NKRI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *